<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DUGDERAN &#124; TJITARASA VAN SEMARANG &#187; wisata</title>
	<atom:link href="http://dugderan.com/tag/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dugderan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 14:27:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Rob Sahabat Setia ku</title>
		<link>http://dugderan.com/rob-sahabat-setia-ku/</link>
		<comments>http://dugderan.com/rob-sahabat-setia-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 08:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>son</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dugderona]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[banjir rob]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[berok]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[gerbang]]></category>
		<category><![CDATA[heritage]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kincir angin]]></category>
		<category><![CDATA[kota lama]]></category>
		<category><![CDATA[kota semarang]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pintu]]></category>
		<category><![CDATA[rob]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung emas]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisatawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Mau atau tidak, bangsa Belanda telah memberikan wajah dan rona bagi kota Semarang. Dan ketika disadari benar, jika kita memiliki komitmen dan konsisten untuk merawat wilayah, tata kota dan infrasturktur yang diwujudkan bangsa Belanda, konon kawasan pariwisata dan pintu gerbang dunia internasional akan makin terpelihara di Kota Semarang. Kata leluhur warga negeri Belanda, &#8230; ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Mau atau tidak, bangsa Belanda telah memberikan wajah dan rona bagi kota<br />
Semarang. Dan ketika disadari benar, jika kita memiliki komitmen dan konsisten<br />
untuk merawat wilayah, tata kota dan infrasturktur yang diwujudkan bangsa<br />
Belanda, konon kawasan pariwisata dan pintu gerbang dunia internasional akan<br />
makin terpelihara di Kota Semarang.<br />
<a href="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2010/06/robtawang.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-386" title="robtawang" src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2010/06/robtawang.jpg" alt="" width="218" height="272" /></a>Kata leluhur warga negeri Belanda, &#8230; ada yang bikin kangen warga mereka kepada<br />
Semarang sebagai kota tujuan wisatawan negeri kincir angin itu. Salahsatu<br />
karena rancangan jantung kota dan wilayah penyangga kota yang merupakan<br />
peninggalan leluhur mereka dalam wujud heritage dan landskap wilayah semarang, serta rintisan tata laksana pemerintahan masa pendudukan bangsa Belanda kala itu, yang mungkin masih terasa hingga kini.</p>
<p style="text-align: right;">Wujud nyata yang lekat dengan rancangan dan rintisan bangsa Belanda yang konsisten dalam mewujudkan kota perairan yang mendukung aktivitas ekonomi dan pemerintahannya, telah diaktualkan pada arsitektur dan tata wilayah kota semarang, yang dipersiapkan untuk menjadi Pintu Gerbang ekonomi perdagangan internasional dan pariwisata. Dari Pelabuhan Tanjung Emas yang terhubung dengan lalu lintas sungai hingga Jembatan Berok yang menandai titik lalu lintas wisata dan jantung ekonomi perdagangan dan pemerintahan kota semarang, yang kini kita kenal dengan KOTA LAMA. Didukung tata wilayah semarang yang terletak di daerah penyangga di dataran lebih tinggi yang dipersiapkan untuk menjaga sistem drainase dan irigasi dan menjaga struktur geologis dan geografis wilayah Jantung Kota Semarang. WOW&#8230;amazing&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: right;">Kita masih bisa lho menyaksikan tempat yang dijuluki KOTA LAMA, kawasan cagar budaya Kota Semarang, yang idealnya akan dipertahankan, direstorasi kembali kepada bentuk dan nuansa awalnya&#8230; namun tak kunjung mewujud&#8230; Ada apakah gerangan?</p>
<p style="text-align: right;">Ternyata ada satu hal yang lebih dipilih kawasan dan wilayah Kota Lama<br />
Semarang daripada perbaikan wajah dan nuansa&#8230;&#8230;..<br />
Yaitu ROB,lebih tepatnya Banjir Rob&#8230; Ternyata &#8220;wilayah dan kawasan cagar<br />
budaya Semarang&#8221; lebih memilih rob sebagai sahabat setia, daripada Tata ulang<br />
menyeluruh wilayah strategis pintu gerbang pariwisata internasional Jawa<br />
Tengah, yang konon aksesnya sudah lekat di benak bangsa mancanegara.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Banjir rob Sahabat setia Ku&#8230;.Aku lebih memilihmu daripada  Menjadi<br />
Pintu Gerbang pariwisata dan perdagangan Internasional&#8230; </strong></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fdugderan.com%2Frob-sahabat-setia-ku%2F&amp;title=Rob%20Sahabat%20Setia%20ku" id="wpa2a_2"><img src="http://dugderan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/rob-sahabat-setia-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

