Sugeng Rawuh | Selamat Datang | Welcome | Welkom | مرحبا | 欢迎

Sugeng Cita Rasa Gambang Semarang

Perayaan ini merupakan tradisi turun temurun sejak tahun 1881. Di tempat ini, kita dapat menikmati cita rasa budaya tempo dulu yang sangat khas. Merasakan alunan irama bagian budaya jawa tengah tuk menyongsong bulan puasa, menikmati alunan cita rasa kesenian dan budaya dari tempat asalnya bermula, menikmati seni sajian cita rasa jajanan khas, hingga berlanjut menikmati cita rasa aneka ragam buah tangan mainan anak-anak, cinderamata unik, serta mainan khas dugderan yang dikenal dengan nama “Warak Ngendog”‘ sebagai maskot perayaan Dugderan.

Bermula dari tradisi lisan, dahulu disaat alun-alun Semarang masih lestari, wilayah ini sangat menarik cita rasa warga Semarang dan pendatang untuk berkumpul, sambil menikmati suasana alun alun untuk mendengarkan halaqah sebagai tanda awal puasa. Cita rasa khas dan unik, juga dimeriahkan para pedagang cinderamata dan jajanan khas, yang mengalun jelang malam tiba. Pasar malam sudah menjadi bagian dari tradisi dugderan, selain karnaval dan pembacaan halaqah.

Perayaan memuncak, ketika iringan karnaval Dugderan dengan irama peserta adat budaya tradisional, nuansa seni budaya Gambang Semarang serta maskot Dugderan Warak Ngendok. Prosesi berlangsung dari pusat tata praja balaikota Semarang menuju Masjid Agung Kauman di kawasan cita rasa Gambang Semarang bermula itu,… alun alun Semarang, kawasan pasar Johar, ……… bedug kemudian ditabuh sebagai pertanda dimulainya bulan….

Sugeng menikmati alunan cita rasa unik… Cita Rasa Gambang Semarang

Share

Cap Gomeh penghias Imlek

gongzifacai-dugderanSederet agenda dan suasana tradisi menghampiri kita di hari menjelang tanggal  satu Cia Gwee penaggalan Cina. Memasang kuplet dan gambar tahun baru serta lampion berwarna-warni adalah kegiatan yang sangat digemari untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Etnis dan khalayak warga yang turut memiliki ritual pergantian tahun cina penuh harapan baru, menyambut pergantian tahun yang membawa momentum istimewa.

Imlek atau Sin Tjia pada awalnya merupakan perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal 1 bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini lekat dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Tujuh hari pasca imlek, dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta untuk sujud kepadaNya untuk  memohon kehidupan yang lebih baik di tahun baru. Kemudian lima belas hari setelah Imlek, diselenggarakanlah perayaan Cap Go Meh, tradisi perayaan dengan berbagai macam kemeriahan yang menyuguhkan atraksi tarian naga atau barongsai dan pesta kembang api, sanggar teater, serta perayaan meriah lainnya.

Agenda  sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh dilaksanakan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, media untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat.

Karena bermula dari budaya petani, maka segala bentuk materi persembahan yang di haturkan berupa berbagai aneka makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan setidaknya 12 macam masakan dan 12 macam kue sebagai wakil dari simbol shio yang berjumlah 12. Di daratan Cina, tradisi hidangan yang wajib disajikan adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak.

klenteng

Ketika di Indonesia, hidangan yang dipilih adalah hidangan yang memiliki arti kemakmuran, keselamatan, atau kebahagiaan, serta merupakan hidangan kesukaan para leluhur. Aneka kue sebagai hidangan dibuat lebih manis daripada biasanya, dengan harapan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang berlapis lapis. Kue mangkok dan kue keranjang  pun merupakan hidangan wajib pada persembahyangan menyambut datangnya tahun baru Imlek. Diatas meja sembahyang yang dibalut kain khusus bergambar naga merah, kue keranjang disusun menjulang ke atas, disambung susunan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Menyiratkan simbol kehidupan manis yang kian meningkat dan mekar seperti kue mangkok. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya untuk menyantap hidangan yang disuguhkan.

Hari hari menyambut tahun macan nan meggeliat, menggapai khalayak ramai hingga memukau benak dan menjulangkan semangat hidup.

Share
dugderan-bawah