Janji HARMONI
Jika malaikat dicipta dari cahaya, setan dari api, tumbuhan dan hewan dari tanah, … dan ketiga unsur elemen alam berada dalam satu mahkluk… yaitu MANUSIA,… kecuali roh manusia sendiri yang berasal dari Tuhan…
Ketika manusia seperti tanpa pilihan kecuali hidup di semesta raya galaksi bimasakti pada tatasurya (bintang) matahari, di bumi sebagai bagian planet nya, ketika itu juga manusia tanpa pilihan sepakat untuk taat pada harmoni semesta. Perihal akal budi dan jiwa yang diatributkan dalam satu paket manusia oleh sistem alam raya, manusia seketika itu telah “memiliki janji” dalam harmoni semesta raya. Membaca, memahami, menjaga, serta ikut berkreasi dalam memperbaiki dinamika harmoni semesta…, telah terlampau tenggelam dalam puing – puing modern, postmodern, atau “atribut jaman” lainnya yang lupa akan tjitarasa harmoni…
Bagaimana manusia memahami dirinya dan gejala alam, membangun harmoni dengan alam, dengan sesama, dan dengan Tuhan, ….?
Janji kita sebagai manusia kepada Harmoni Semesta Raya ……..
Boleh sedikit kita imaginasikan, kapan dan bagaimana kebersamaan itu berawal, bisa dari wujud, makna atau boleh juga dari nilai yang menjadi embrio lahirnya rangkaian kebersamaan. Tanpa kita sadari, mahluk kebersamaan muncul di tiap langit kehidupan kita, pada semua yang terlihat dan tak terlihat bergerak di alam mikrokosmos dan makrokosmos ini. Lalu tanpa kita sadari, kita berada pada ruang yang berjuluk kebersamaan itu pula, dalam roda waktu dan rona, meskipun tidak dalam satu waktu.




Dugderers Terbaru