<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DUGDERAN &#124; TJITARASA VAN SEMARANG &#187; suku</title>
	<atom:link href="http://dugderan.com/tag/suku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dugderan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 14:27:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>WARAK NGENDHOG van DUGDER</title>
		<link>http://dugderan.com/warak-ngendog-van-dugder/</link>
		<comments>http://dugderan.com/warak-ngendog-van-dugder/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>son</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dugderona]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[suku]]></category>
		<category><![CDATA[warak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Festival Dugderan kian marak dan memukau benak pemirsa. Rupanya salah satu ciri khas dari acara festival, tersirat jejak simbolis Warak Ngendog, dalam arakan yang dilestarikan hingga kini. Monggo kita sama-sama cermati. Warak Ngendog merupakan mahkluk prototipe jenis binatang, yang mewujud dalam imajinasi rekaan, perpaduan tubuh dengan kambing yang membentuk badan, leher panjang, berkepala naga dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2009/12/warak-ngendhog-dugderona.gif" alt="warak-ngendhog" title="warak-ngendhog" width="150" height="403" class="alignleft size-full wp-image-236" />Festival Dugderan kian marak dan memukau benak pemirsa. Rupanya salah satu ciri khas dari acara festival, tersirat jejak simbolis Warak Ngendog, dalam arakan yang dilestarikan hingga kini. Monggo kita sama-sama cermati.<br />
Warak Ngendog merupakan mahkluk prototipe jenis binatang, yang mewujud dalam imajinasi rekaan, perpaduan tubuh dengan kambing yang membentuk badan, leher panjang, berkepala naga dan kulit bersisik seperti bulu berlapis yang didesain dari aneka kertas warna-warni. Lalu&#8230;..Ngendhog (bertelur)</p>
<p>Mengapa harus &#8216;Warak&#8217; yang &#8216;Ngendog&#8217; yang muncul pada waktu itu?<br />
Kok bukan ayam, ikan, bebek, ular atau sejenis binatang yang lain ya&#8230; Mungkin sebuah karya ide imajinasi boleh subyektif kali ya&#8230; Akan tetapi apapun rekaan yang diwujudkan dalam simbol, akan dapat dipahami ketika kita paham akan unsur dan waktu yang membentuk simbol itu lahir&#8230;(mungkin?!!@*) </p>
<p>Bagaimana dengan yang ini&#8230; </p>
<p>&#8220;&#8230;Adalah sebuah rekaan kambing bersisik emas dengan kepala naga pada warak ngendog, sangat lekat dengan muatan simbol perpaduan ragam budaya yang membentuk kota semarang. Yakni budaya luhur yang diambil dari jawa sebagai tempat bernaung, berkolaborasi atau mungkin berasimilasi dengan budaya arab, cina dan beberapa budaya suku lain, kemudian Ngendog, lahir/ terbentuk/ muncul/ terwujud harmoni baru pada kehidupan nyata&#8230;&#8221; </p>
<p>Dan,&#8230;Rupa-rupanya jika kita kembali pada awal terjadi pergumulan budaya dalam wilayah geografis kota Semarang yang pada masa Kanjeng RM Aryo Purboningrat sebagai Kanjeng bupati semarang pada waktu itu, konon kehidupan masyarakat dari berbagai ragam budaya tengah berlangsung dalam irama dan nuansa &#8220;beragam&#8221;. Sehingga kalau kita coba cermati, kolaborasi budaya yang damai hingga kini dapat kita lihat dan rasakan .</p>
<p>Kini&#8230; Mengapa Warak Ngendog pantas menjadi simbol harmoni ??  </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fdugderan.com%2Fwarak-ngendog-van-dugder%2F&amp;title=WARAK%20NGENDHOG%20van%20DUGDER" id="wpa2a_2"><img src="http://dugderan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/warak-ngendog-van-dugder/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

