Cita Rasa Budaya Nge-Pop dalam POP ART
POP ART ” … Pop art (kesenian/kebudayaan ngepop) menurut ”Britannica Ensiclopedia” berkembang awal tahun 60-an, tokohnya antara lain Andy Warhol, Roy Lichtenstein, Claes Oldenburg dan Robert Indiana.
Pop art sendiri merupakan karakter penggambaran semua aspek dari kebudayaan populer yang memberikan dampak yang kuat dari kehidupan kontemporer. Ikonografi yang dipakai diambil dari televisi, buku komik, majalah film, dan semua bentuk advertising yang disampaikan secara empati dan objektif tanpa memuja atau penghukuman tetapi dengan menunjukkan kesegaran dalam arti tetap menunjukkan ketepatan teknik komersial yang dipakai media dari ikonografi yang dipinjam. Selain itu, gerakan pop art merupakan upaya untuk kembali lebih objektif dan umum dalam menerima karya seni. Pada saat itu, ada dominasi seniman abstrak ekspresionis Amerika dan Eropa.
Gerakan ini sekaligus merupakan penentangan dan penolakan pada supremasi seni tinggi dan seni avant-garde. Jadi pop art merupakan refleksi dari faktor sosial dan situasi yang dihadapi masyarakat — yang secara mudah dan cepat dieksploitasi media massa.
Gambar dan Narasi Oleh : Rudy Moraszo
Cermin dari jatidiri kreatif, coba diwujudkan dalam kemasan perayaan dugderan kali ini. Batik rupanya sangat harmonis dengan esensi dugderan dalam rangka melestarikan budaya leluhur serta jatidiri.
Festival Dugderan kian marak dan memukau benak pemirsa. Rupanya salah satu ciri khas dari acara festival, tersirat jejak simbolis Warak Ngendog, dalam arakan yang dilestarikan hingga kini. Monggo kita sama-sama cermati.




Dugderers Terbaru