Sugeng Rawuh | Selamat Datang | Welcome | Welkom | مرحبا | 欢迎

Nuansa Klasik dalam Batik Dugderan

Cermin dari jatidiri kreatif, coba diwujudkan dalam kemasan perayaan dugderan kali ini. Batik rupanya sangat harmonis dengan esensi dugderan dalam rangka melestarikan budaya leluhur serta jatidiri.

Disamping tema yang kreatif, agenda dugderan kali ini juga mengajak khalayak dan warga masyarakat untuk memperingati kembali kepada sejarah ritual dan tempat yang menjadikan momen akbar ini melegenda. Sehingga kawasan klasik pasar johar dan masjid agung semarang, dipilih untuk disuguhkan sebagai tempat terselenggaranya acara, sebagai nuansa klasik.

Simbol dari rangkaian perayaan dugderan disampaikan sebagai bagian dari budaya luhur di alam raya ini, simbol yang dimaksud sebagai perjuangan jatidiri dalam perjalaan waktu insan manusia.

Dugderan menandai simbol perjuangan masyarakat sebagai wujud manusia universal,  membangun harmoni manusia dan lingkungan alam. Dugderan sebagai pewaris semangat untuk tetap gigih berjuang dalam memperbaiki diri pribadi, sosial masyarakat dan lingkungan, agar bijak sosial budaya dan ekologi sangat mendesak untuk diwujudkan dalam rangka menjaga dan mempercantik warisan budaya.

  • Share/Bookmark

Rob Sahabat Setia ku

Mau atau tidak, bangsa Belanda telah memberikan wajah dan rona bagi kota
Semarang. Dan ketika disadari benar, jika kita memiliki komitmen dan konsisten
untuk merawat wilayah, tata kota dan infrasturktur yang diwujudkan bangsa
Belanda, konon kawasan pariwisata dan pintu gerbang dunia internasional akan
makin terpelihara di Kota Semarang.
Kata leluhur warga negeri Belanda, … ada yang bikin kangen warga mereka kepada
Semarang sebagai kota tujuan wisatawan negeri kincir angin itu. Salahsatu
karena rancangan jantung kota dan wilayah penyangga kota yang merupakan
peninggalan leluhur mereka dalam wujud heritage dan landskap wilayah semarang, serta rintisan tata laksana pemerintahan masa pendudukan bangsa Belanda kala itu, yang mungkin masih terasa hingga kini.

Wujud nyata yang lekat dengan rancangan dan rintisan bangsa Belanda yang konsisten dalam mewujudkan kota perairan yang mendukung aktivitas ekonomi dan pemerintahannya, telah diaktualkan pada arsitektur dan tata wilayah kota semarang, yang dipersiapkan untuk menjadi Pintu Gerbang ekonomi perdagangan internasional dan pariwisata. Dari Pelabuhan Tanjung Emas yang terhubung dengan lalu lintas sungai hingga Jembatan Berok yang menandai titik lalu lintas wisata dan jantung ekonomi perdagangan dan pemerintahan kota semarang, yang kini kita kenal dengan KOTA LAMA. Didukung tata wilayah semarang yang terletak di daerah penyangga di dataran lebih tinggi yang dipersiapkan untuk menjaga sistem drainase dan irigasi dan menjaga struktur geologis dan geografis wilayah Jantung Kota Semarang. WOW…amazing…….

Kita masih bisa lho menyaksikan tempat yang dijuluki KOTA LAMA, kawasan cagar budaya Kota Semarang, yang idealnya akan dipertahankan, direstorasi kembali kepada bentuk dan nuansa awalnya… namun tak kunjung mewujud… Ada apakah gerangan?

Ternyata ada satu hal yang lebih dipilih kawasan dan wilayah Kota Lama
Semarang daripada perbaikan wajah dan nuansa……..
Yaitu ROB,lebih tepatnya Banjir Rob… Ternyata “wilayah dan kawasan cagar
budaya Semarang” lebih memilih rob sebagai sahabat setia, daripada Tata ulang
menyeluruh wilayah strategis pintu gerbang pariwisata internasional Jawa
Tengah, yang konon aksesnya sudah lekat di benak bangsa mancanegara.

Banjir rob Sahabat setia Ku….Aku lebih memilihmu daripada  Menjadi
Pintu Gerbang pariwisata dan perdagangan Internasional…

  • Share/Bookmark

Banjir Pecel semarang ? …silakan coba..

Banjir…banjir…semarang banjir…ternyata semarang kebanjiran pecel… Hampir tiap sudut kota semarang bisa kita jumpai penjual pecel,bak air yang tergenang dimana mana ketika banjir melanda…

Perhatikan nama yang menghias beberapa sudut jalan wilayah Semarang, seperti Pecel Bu Sumo, Pecel Yu Sri, Yu Saji, Mbok Sador, Pecel Nganjuk..dan aneka nama lain yang seolah- olah meng hembus bersamaan, dan susul menyusul.

Piye jal untuk mendapatkan pecel di Semarang?
Kita jalan aja menyusuri kota semarang…dari jalan ungaran, setiabudi, banyumanik, ke bawah di jalan kyai saleh, mataram, majapahit, siliwangi, sekitar undip, simpang 5….bahkan, sebagian penjual pecel, buka khusus untuk malam hari… dan, jangan kuatir dengan harga…Dengan merogoh uang tidak sampai Rp.10.000,- sudah bisa menyantap menu nasi atau lontong pecel dengan lauk telur + tahu / tempe sudah termasuk minuman dingin. Jadi kalo kita merasa lapar  pada malam hari dan ingin mencari makanan yang bergizi dengan harga terjangkau, kita bisa menyusuri jalan-jalan kota semarang untuk menyantap nasi pecel… dan jangan takut kebanjiran lagi, karena banjir warung pecel…

Ada fenomena apa di kota semarang ? Halah…ternyata, aura Semarang bikin orang gemar berwisata kuliner, mau bukti…silakan coba tjitarasa anda..

oleh:cocoline

  • Share/Bookmark

Tjitarasa Kebersamaan

dugderan-web-ultah-1thnBoleh sedikit kita imaginasikan, kapan dan bagaimana kebersamaan itu berawal, bisa dari wujud, makna atau boleh juga dari nilai yang menjadi embrio lahirnya rangkaian kebersamaan. Tanpa kita sadari, mahluk kebersamaan muncul di tiap langit kehidupan kita, pada semua yang terlihat dan tak terlihat bergerak di alam mikrokosmos dan makrokosmos ini. Lalu tanpa kita sadari, kita berada pada ruang yang berjuluk kebersamaan itu pula, dalam roda waktu dan rona, meskipun tidak dalam satu waktu.

Dalam ruang uniq dan kesempatan ini, dugderan.com sangat tersanjung atas wujud apresiasi dan dukungan dari sekian mitra, sahabat, keluarga yang dengan setia mengiringi shimpony terwujudnya kebersamaan dalam tjitarasa unik nan sejati. Semua wacana, ide, karya, nasehat, gagasan, kritik, imaginasi, mimpi, tantangan, kekecewaan,… bahkan ketertundaan, sangat kita pahami sebagai wujud nyata dari indahnya kebersamaan, untuk menuju kebersamaan sejati, dalam tjitarasa kebersamaan.

Untuk kesekian kali kami sangat tersanjung atas apresiasi dari para mitra, sahabat, dan keluarga yang kami yakin adalah para sosok maestro dalam tiap sisi kehidupan, yang telah banyak memberikan dukungan dalam langkah dan perjalanan ruang tjitarasa kebersamaan hingga lebih dari 365 hari ini, untuk bersama mempercantik cantiknya dunia kita kini dan esok.

Terimakasih atas tjitarasa unik dalam tjitarasa kebersamaan yang telah dan akan kita wujudkan besama.

  • Share/Bookmark

Cap Gomeh penghias Imlek

gongzifacai-dugderanSederet agenda dan suasana tradisi menghampiri kita di hari menjelang tanggal  satu Cia Gwee penaggalan Cina. Memasang kuplet dan gambar tahun baru serta lampion berwarna-warni adalah kegiatan yang sangat digemari untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Etnis dan khalayak warga yang turut memiliki ritual pergantian tahun cina penuh harapan baru, menyambut pergantian tahun yang membawa momentum istimewa.

Imlek atau Sin Tjia pada awalnya merupakan perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal 1 bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini lekat dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Tujuh hari pasca imlek, dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta untuk sujud kepadaNya untuk  memohon kehidupan yang lebih baik di tahun baru. Kemudian lima belas hari setelah Imlek, diselenggarakanlah perayaan Cap Go Meh, tradisi perayaan dengan berbagai macam kemeriahan yang menyuguhkan atraksi tarian naga atau barongsai dan pesta kembang api, sanggar teater, serta perayaan meriah lainnya.

Agenda  sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh dilaksanakan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, media untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat.

Karena bermula dari budaya petani, maka segala bentuk materi persembahan yang di haturkan berupa berbagai aneka makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan setidaknya 12 macam masakan dan 12 macam kue sebagai wakil dari simbol shio yang berjumlah 12. Di daratan Cina, tradisi hidangan yang wajib disajikan adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak.

klenteng

Ketika di Indonesia, hidangan yang dipilih adalah hidangan yang memiliki arti kemakmuran, keselamatan, atau kebahagiaan, serta merupakan hidangan kesukaan para leluhur. Aneka kue sebagai hidangan dibuat lebih manis daripada biasanya, dengan harapan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang berlapis lapis. Kue mangkok dan kue keranjang  pun merupakan hidangan wajib pada persembahyangan menyambut datangnya tahun baru Imlek. Diatas meja sembahyang yang dibalut kain khusus bergambar naga merah, kue keranjang disusun menjulang ke atas, disambung susunan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Menyiratkan simbol kehidupan manis yang kian meningkat dan mekar seperti kue mangkok. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya untuk menyantap hidangan yang disuguhkan.

Hari hari menyambut tahun macan nan meggeliat, menggapai khalayak ramai hingga memukau benak dan menjulangkan semangat hidup.

  • Share/Bookmark

Tubuh Molek Pemuas Hasrat

Dengan sukacita, pramusaji memperkenalkan beberapa anak asuh nya yang bertubuh molek, agar lebih akrab dengan tamu dewasa yang menginginkannya.
Read more…

  • Share/Bookmark

Kawasan Pandanaran

pandanaran-bandeng-web
Salah satu kawasan oleh-oleh di kota Seamarang. Hati-hati lewat jalan ini bila musim liburan telah tiba.

  • Share/Bookmark

Dapri Studio

DapriStudio-Santi-Wedding-Pernikahan
dadang-pribadiServis Area : Semarang dan sekitarnya
Email : dapristudio[at]yahoo.com
YM dapristudio Yahoo Messenger
Telephone : 081325798692 / 024 70874535
Alamat Workshop : Rumpun Diponegoro Jl. Elang IIA/12A Semarang



DAPRISTUDIO | ARTS & DESIGN | FOTO PREWEDDING
WEDDING ALBUM LAYOUT | PORTRAIT DRAWINGS & PAINTINGS


DapriStudio-Brosur-Promo-Fotoan-Beauty-ShotGraphite-Pencil-Drawing-02Mix-Media-Painting-01Colored-Pencils-Drawing-01Vira-copy

  • Share/Bookmark

Wujudkan TJITA, TJIPTA dan RASA mu

WARAKNGENDHOG-DUGDERANMasihkah Semarang punya tjita dan rasa.

Apa yang kita pikir, kita imaginasikan tentang Semarang terkini…..

Masihkah Semarang punya tjita dan rasa tuk kita …?

Perlukah tjita dan rasa semarang bagi kita…?

Begitu lengkap julukan  semarang, hingga akan kemanakah bola predikat akan menggelinding. Banyak cerita buruk atau predikat baik kah bagi semarang…?

kaos.dugderan.com rela kok menjadi wadah tumpahan rasa, wacanan, ide, kritik dan uneg uneg kita, buat merias, menghias wajah Semarang agar…………………………..

Kita tunggu di kaos.dugderan.com

  • Share/Bookmark

Tugu Muda

tugu-muda-web
Tugu Muda, monumen simbol semangat dan dinamika.

  • Share/Bookmark
dugderan-bawah