<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DUGDERAN &#124; TJITARASA VAN SEMARANG &#187; pasar malam</title>
	<atom:link href="http://dugderan.com/tag/pasar-malam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dugderan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 13:25:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pasar Malam Bukan Biasa</title>
		<link>http://dugderan.com/pasar-malam-bukan-biasa/</link>
		<comments>http://dugderan.com/pasar-malam-bukan-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 22:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>son</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dugderona]]></category>
		<category><![CDATA[dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar malam]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Pada tiap perayaan ritus tradisional, pasar malam hampir selalu hadir untuk menambah kemeriahan. Seperti Dugderan di Semarang, atau Sekaten dan suran Mbah Demang di Jogja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-65" title="pasar-malam" src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2009/04/pasar-malam.jpg" alt="pasar-malam" width="100%" height="100%" /></p>
<p>Pada tiap perayaan ritus tradisional, pasar malam hampir selalu hadir untuk menambah kemeriahan. Seperti Dugderan di Semarang, atau Sekaten dan suran Mbah Demang di Jogja.</p>
<p>Menghadirkan pasar malam telah menjadi tradisi sejak masa Hindu Jawa. Tradisi reramaian diselenggarakan pada era raja raja kerjaan Jawa. Kisah Prabu Brawijaya V raja terakhir Majapahit, dengan sang putra, Raden Patah hendak memboikot, bila keputusannya untuk memeluk Islam tidak disetujui. Dengan irama lagu yang ngelangut untuk melipur hati, justru bikin raja tambah duka. Gamelan pun dimainkan dengan irama riang untuk menghidupkan suasana dan membangkitkan semangat. Sehingga ada yang menyebut sebagai gamelan Kyai Sekati, ditabuh saat raja sedang sesak ati.</p>
<p>Ketika Islam masuk ke tanah Jawa, keramaian rakyat tak dapat lepas dari peran Walisongo. Untuk menyebarkan Islam secara luas, Walisongo memanfaatkan tradisi atau kebiasaan yang telah ada, termasuk kegemaran akan gamelan dan keramaian. Ketika Sunan Kalijaga merayakan Maulud dengan membunyikan gamelan Kyai Sekati (di Kraton Yogyakarta, gamelan ini dikenal dengan nama Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga). Gamelan yang mengalun indah, dengan pelataran masjid yang dihias bunga aneka warna, menarik perhatian khalayak ramai. Mereka pun datang berduyun-duyun, bersukacita dalam kemeriahaan itu, untuk kemudian masuk Islam secara sukarela.</p>
<p>Sebagaimana pada keramaian perayaan Dugder, nama upacara ini diambil dari perpaduan bunyi bedug yang dipukul sehingga berbunyi dug, dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian disuarakan dengan der. Telah dilakukan sejak 1881, tradisi yang dikenal dengan dugderan ini menjadi tanda bahwa bulan Ramadhan sudah menjelang, karena dilaksanakan tepat satu hari sebelum bulan puasa.</p>
<p>Kemeriahan seperti itu terus berlangsung di tengah upacara-upacara kerajaan atau untuk menyambut hari besar agama Islam. Namun masyarakat melihatnya bukan lagi sekadar wahana melanggengkan tradisi. Pasar malam yang diadakan mengikuti ritual, menjadi pusat keramaian, sehingga kini nyaris selalu riuh oleh hiburan. Mulai dari stan-stan permainan hingga panggung hiburan. Di sisi lain, momen itu dimanfaatkan pula untuk mengais laba. Beberapa hari sebelum tradisi ritual berlangsung, pedagang telah menggelar dagangannya untuk menyambut pembeli pada saat acara ini dimulai. Maka, pengunjung pun dikenai tiket masuk dan bertaburanlah mereka yang menjajakan jajanan, mainan murah, atau pakaian grosiran di seantero pasar malam.</p>
<p>Pasar malam, mendekati dini hari, hiruk pikuk itu perlahan surut. Para pengunjung berangsur pulang dan pedagang pun kukut. Dengan pasar malam,rakyat terhibur, namun yang lebih penting; tradisi tak lekas terkubur.</p>
<p>D-pedia<br />
ngelangut : suasana muram durja<br />
sesak ati : gundah; sakit hati<br />
kukut : mengakhiri aktifitas dagang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/pasar-malam-bukan-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
