<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DUGDERAN &#124; TJITARASA VAN SEMARANG &#187; meriam</title>
	<atom:link href="http://dugderan.com/tag/meriam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dugderan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 14:27:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Dugderan Bawa Simbol</title>
		<link>http://dugderan.com/dugderan-bawa-simbol/</link>
		<comments>http://dugderan.com/dugderan-bawa-simbol/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 06:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>son</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dugderona]]></category>
		<category><![CDATA[bedug]]></category>
		<category><![CDATA[dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[meriam]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Dugderan menjadi bagian dari ritual komunitas semarang yang unik. Nguri-uri kabudayan warisan leluhur, dugderan senantiasa dipelihara dengan memperingati berkala setiap tahunnya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dugderan menjadi bagian dari ritual komunitas semarang yang unik. Nguri-uri kabudayan warisan leluhur, dugderan senantiasa dipelihara dengan memperingati berkala setiap tahunnya. Kemasan unik lelampahan warak ngendog yang didapuk jadi lakon sekaligus maskot dugderan, selalu dinanti kehadirannya oleh pemirsa.</p>
<p>Bedug <strong>Dug</strong>&#8230; disambut dengan letupan meriam <strong>Der</strong>&#8230; , menengarai simbol yang sarat dengan makna. Dari kemasan yang hingar bingar tersirat semangat dan tekad kuat yang tercetus dalam niat untuk kembali pada perjuangan sebagai manusia yang hakiki.</p>
<p><img class="size-full wp-image-78 alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="dug-top" src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2009/04/logo-dugderan.jpg" alt="dug-top" width="316" height="154" />Dengan jelas simbol dari rangkaian perayaan dugderan disampaikan oleh pencetus awal yang sekaligus sebagai pemimpin dan pengemban amanat penerus budaya luhur yaitu kanjeng adipati. Sebagai bagian dari budaya luhur di alam raya ini, simbol yang dimaksudkan sebagai awal perjuangan manusia, sangat relevan dalam perjalaan waktu tiap insan manusia.</p>
<p>Tanpa bermaksud memuat kepentingan apapun, langkah adipati dalam dugderan menandai perjuangan warga masyarakat sebagai wujud dari manusia universal, sangat kompeten berperan dalam membangun karakter insan manusia ber-budi bawa leksana. Dugderan senantiasa dipengeti agar semangat untuk tetap gigih berjuang dalam memperbaiki diri pribadi, sosial masyarakat dan lingkungan.  Bijak diri, bijak sosial budaya, serta bijak ekologi dalam rangka menjaga dan mempercantik warisan budaya dalam wujud apapun, sangat mendesak untuk diwujudkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/dugderan-bawa-simbol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

