Banjir…banjir…semarang banjir…ternyata semarang kebanjiran pecel… Hampir tiap sudut kota semarang bisa kita jumpai penjual pecel,bak air yang tergenang dimana mana ketika banjir melanda…
Perhatikan nama yang menghias beberapa sudut jalan wilayah Semarang, seperti Pecel Bu Sumo, Pecel Yu Sri, Yu Saji, Mbok Sador, Pecel Nganjuk..dan aneka nama lain yang seolah- olah meng hembus bersamaan, dan susul menyusul.
Piye jal untuk mendapatkan pecel di Semarang?
Kita jalan aja menyusuri kota semarang…dari jalan ungaran, setiabudi, banyumanik, ke bawah di jalan kyai saleh, mataram, majapahit, siliwangi, sekitar undip, simpang 5….bahkan, sebagian penjual pecel, buka khusus untuk malam hari… dan, jangan kuatir dengan harga…Dengan merogoh uang tidak sampai Rp.10.000,- sudah bisa menyantap menu nasi atau lontong pecel dengan lauk telur + tahu / tempe sudah termasuk minuman dingin. Jadi kalo kita merasa lapar pada malam hari dan ingin mencari makanan yang bergizi dengan harga terjangkau, kita bisa menyusuri jalan-jalan kota semarang untuk menyantap nasi pecel… dan jangan takut kebanjiran lagi, karena banjir warung pecel…
Ada fenomena apa di kota semarang ? Halah…ternyata, aura Semarang bikin orang gemar berwisata kuliner, mau bukti…silakan coba tjitarasa anda..
oleh:cocoline
Belasan tahun merantau, namun bila pulang kampung halaman di Semarang selalu masakan ini yang dicari. Ya, mangut adalah salah satu masakan khas daerah pantai utara (pantura) Jawa yang menggunakan ikan laut sebagai bahan utamanya, walopun di daerah lain selatan Jawa juga ada, namun serasa kurang pas karena bukan ikan laut yang menjadi bahan utamanya karena biasanya diganti dengan ikan air tawar. Bahan utamanya biasanya ikan laut seperti pari atau kalo bahasa Jawa pantura sering disebut iwak pe, yang dipanggang/diasap namun kebanyakan juga ada yang memakai ikan manyung seperti yang dijual di warung-warung pinggir jalan. Jika bahan utamanya ikan air tawar, biasanya menggunakan ikan nila, ikan mujahir, ikan lele, dll.
Dengan bumbu dapur yang dihaluskan, kemudian digoreng gongso (digoreng dengan minyak sedikit) dipadukan dengan kuah bersantan, daun salam, dll, aroma yang dikeluarkan memang menggoda. Apalagi ketika kuahnya dicoba, wuih, rasanya langsung kepingin tambah nasi, hehe. Hebatnya lagi (bagi yang pernah mencoba), bila membuat mangut ada bahan/bumbu yang kurang maka dari aroma ketika memasak pasti akan ketahuan.
Bagi para raider yang padat akivitas dalam sehari-harinya, sembari rehat pasti pengen tunggangan anda terlihat ciamik & kinclong….Tidak salah kalo melewatkan waktu di tempat bernuansa cafe dengan menu gado-gado & es dawetnya…
Silahkan datang aja ke Jl. Prof.Sudharto 60, itu lho jalan menuju kampus UNDIP tembalang Semarang.
Di sana, motor kesayangan kita dijamin kinclong dengan cuci salju…tapi bukan import dari eropa lho saljunya… Dan lagi, nyucinya gak lama-lama amat kok., soalnya pake standard waktu….
Selain bikin kinclong motor,….yang pasti tidak bikin kita bosen nungguin motor yang lagi dicuci… Kalo malam, cafe itu menyediakan jagung bakar juga lho… Mau coba…?
Dugderers Terbaru