<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DUGDERAN &#124; TJITARASA VAN SEMARANG &#187; cina</title>
	<atom:link href="http://dugderan.com/tag/cina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dugderan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 14:27:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Cap Gomeh penghias Imlek</title>
		<link>http://dugderan.com/cap-gomeh-penghias-imlek/</link>
		<comments>http://dugderan.com/cap-gomeh-penghias-imlek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>son</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dugderona]]></category>
		<category><![CDATA[barongsai]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cap gomeh]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[gong xi fa cai]]></category>
		<category><![CDATA[imlek]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[kue keranjang]]></category>
		<category><![CDATA[lampion]]></category>
		<category><![CDATA[macan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sembahyang]]></category>
		<category><![CDATA[shio]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Sederet agenda dan suasana tradisi menghampiri kita di hari menjelang tanggal  satu Cia Gwee penaggalan Cina. Memasang kuplet dan gambar tahun baru serta lampion berwarna-warni adalah kegiatan yang sangat digemari untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Etnis dan khalayak warga yang turut memiliki ritual pergantian tahun cina penuh harapan baru, menyambut pergantian tahun yang membawa momentum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img class="alignleft size-full wp-image-308" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="gongzifacai-dugderan" src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2010/02/gongzifacai-dugderan.jpg" alt="gongzifacai-dugderan" width="245" height="150" />S</strong>ederet agenda dan suasana tradisi menghampiri kita di hari menjelang tanggal  satu Cia Gwee penaggalan Cina. Memasang kuplet dan gambar tahun baru serta lampion berwarna-warni adalah kegiatan yang sangat digemari untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Etnis dan khalayak warga yang turut memiliki ritual pergantian tahun cina penuh harapan baru, menyambut pergantian tahun yang membawa momentum istimewa.</em></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Imlek atau Sin Tjia pada awalnya merupakan perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal 1 bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini lekat dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Tujuh hari pasca imlek, dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta untuk sujud kepadaNya untuk  memohon kehidupan yang lebih baik di tahun baru. Kemudian lima belas hari setelah Imlek, diselenggarakanlah perayaan Cap Go Meh, tradisi perayaan dengan berbagai macam kemeriahan yang menyuguhkan atraksi tarian naga atau barongsai dan pesta kembang api, sanggar teater, serta perayaan meriah lainnya.</p>
<p>Agenda  sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh dilaksanakan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, media untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat.</p>
<p>Karena bermula dari budaya petani, maka segala bentuk materi persembahan yang di haturkan berupa berbagai aneka makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan setidaknya 12 macam masakan dan 12 macam kue sebagai wakil dari simbol shio yang berjumlah 12. Di daratan Cina, tradisi hidangan yang wajib disajikan adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak.</p>
<p><img class="size-full wp-image-303 alignright" title="klenteng" src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2010/02/klenteng.jpg" alt="klenteng" width="250" height="169" /></p>
<p>Ketika di Indonesia, hidangan yang dipilih adalah hidangan yang memiliki arti kemakmuran, keselamatan, atau kebahagiaan, serta merupakan hidangan kesukaan para leluhur. Aneka kue sebagai hidangan dibuat lebih manis daripada biasanya, dengan harapan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang berlapis lapis. Kue mangkok dan kue keranjang  pun merupakan hidangan wajib pada persembahyangan menyambut datangnya tahun baru Imlek. Diatas meja sembahyang yang dibalut kain khusus bergambar naga merah, kue keranjang disusun menjulang ke atas, disambung susunan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Menyiratkan simbol kehidupan manis yang kian meningkat dan mekar seperti kue mangkok. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya untuk menyantap hidangan yang disuguhkan.</p>
<p>Hari hari menyambut tahun macan nan meggeliat, menggapai khalayak ramai hingga memukau benak dan menjulangkan semangat hidup.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fdugderan.com%2Fcap-gomeh-penghias-imlek%2F&amp;title=Cap%20Gomeh%20penghias%20Imlek" id="wpa2a_2"><img src="http://dugderan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/cap-gomeh-penghias-imlek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WARAK NGENDHOG van DUGDER</title>
		<link>http://dugderan.com/warak-ngendog-van-dugder/</link>
		<comments>http://dugderan.com/warak-ngendog-van-dugder/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>son</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dugderona]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[suku]]></category>
		<category><![CDATA[warak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Festival Dugderan kian marak dan memukau benak pemirsa. Rupanya salah satu ciri khas dari acara festival, tersirat jejak simbolis Warak Ngendog, dalam arakan yang dilestarikan hingga kini. Monggo kita sama-sama cermati. Warak Ngendog merupakan mahkluk prototipe jenis binatang, yang mewujud dalam imajinasi rekaan, perpaduan tubuh dengan kambing yang membentuk badan, leher panjang, berkepala naga dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2009/12/warak-ngendhog-dugderona.gif" alt="warak-ngendhog" title="warak-ngendhog" width="150" height="403" class="alignleft size-full wp-image-236" />Festival Dugderan kian marak dan memukau benak pemirsa. Rupanya salah satu ciri khas dari acara festival, tersirat jejak simbolis Warak Ngendog, dalam arakan yang dilestarikan hingga kini. Monggo kita sama-sama cermati.<br />
Warak Ngendog merupakan mahkluk prototipe jenis binatang, yang mewujud dalam imajinasi rekaan, perpaduan tubuh dengan kambing yang membentuk badan, leher panjang, berkepala naga dan kulit bersisik seperti bulu berlapis yang didesain dari aneka kertas warna-warni. Lalu&#8230;..Ngendhog (bertelur)</p>
<p>Mengapa harus &#8216;Warak&#8217; yang &#8216;Ngendog&#8217; yang muncul pada waktu itu?<br />
Kok bukan ayam, ikan, bebek, ular atau sejenis binatang yang lain ya&#8230; Mungkin sebuah karya ide imajinasi boleh subyektif kali ya&#8230; Akan tetapi apapun rekaan yang diwujudkan dalam simbol, akan dapat dipahami ketika kita paham akan unsur dan waktu yang membentuk simbol itu lahir&#8230;(mungkin?!!@*) </p>
<p>Bagaimana dengan yang ini&#8230; </p>
<p>&#8220;&#8230;Adalah sebuah rekaan kambing bersisik emas dengan kepala naga pada warak ngendog, sangat lekat dengan muatan simbol perpaduan ragam budaya yang membentuk kota semarang. Yakni budaya luhur yang diambil dari jawa sebagai tempat bernaung, berkolaborasi atau mungkin berasimilasi dengan budaya arab, cina dan beberapa budaya suku lain, kemudian Ngendog, lahir/ terbentuk/ muncul/ terwujud harmoni baru pada kehidupan nyata&#8230;&#8221; </p>
<p>Dan,&#8230;Rupa-rupanya jika kita kembali pada awal terjadi pergumulan budaya dalam wilayah geografis kota Semarang yang pada masa Kanjeng RM Aryo Purboningrat sebagai Kanjeng bupati semarang pada waktu itu, konon kehidupan masyarakat dari berbagai ragam budaya tengah berlangsung dalam irama dan nuansa &#8220;beragam&#8221;. Sehingga kalau kita coba cermati, kolaborasi budaya yang damai hingga kini dapat kita lihat dan rasakan .</p>
<p>Kini&#8230; Mengapa Warak Ngendog pantas menjadi simbol harmoni ??  </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fdugderan.com%2Fwarak-ngendog-van-dugder%2F&amp;title=WARAK%20NGENDHOG%20van%20DUGDER" id="wpa2a_4"><img src="http://dugderan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/warak-ngendog-van-dugder/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

