Nuansa Klasik dalam Batik Dugderan
Cermin dari jatidiri kreatif, coba diwujudkan dalam kemasan perayaan dugderan kali ini. Batik rupanya sangat harmonis dengan esensi dugderan dalam rangka melestarikan budaya leluhur serta jatidiri.
Disamping tema yang kreatif, agenda dugderan kali ini juga mengajak khalayak dan warga masyarakat untuk memperingati kembali kepada sejarah ritual dan tempat yang menjadikan momen akbar ini melegenda. Sehingga kawasan klasik pasar johar dan masjid agung semarang, dipilih untuk disuguhkan sebagai tempat terselenggaranya acara, sebagai nuansa klasik.
Simbol dari rangkaian perayaan dugderan disampaikan sebagai bagian dari budaya luhur di alam raya ini, simbol yang dimaksud sebagai perjuangan jatidiri dalam perjalaan waktu insan manusia.
Dugderan menandai simbol perjuangan masyarakat sebagai wujud manusia universal, membangun harmoni manusia dan lingkungan alam. Dugderan sebagai pewaris semangat untuk tetap gigih berjuang dalam memperbaiki diri pribadi, sosial masyarakat dan lingkungan, agar bijak sosial budaya dan ekologi sangat mendesak untuk diwujudkan dalam rangka menjaga dan mempercantik warisan budaya.





August 7th, 2010 at 9:30 am
Hebat, amazing, inspiratif
August 13th, 2010 at 9:58 am
nguri uri budaya bangsa yang luhur, sekarang sudah menjadi kwajiban semua generasi. Kapan kita jadi diri sendiri? Masak kita pake karya negeri orang terus, yang halus menjajah negeri kita…hayo….gmn
August 14th, 2010 at 11:37 am
Semarang sepi ya kalo awal puasa, sepi banget jalanan lengang, tapi begitu sudah 3 hari…MACET!!!
August 28th, 2010 at 1:18 pm
Hebat…salut atas kreasi dugderan.
Harus dilestarikan dan dijaga agar kita punya produk yang asli buatan negri sendiri.
August 31st, 2010 at 2:28 pm
Salam sejahtera untuk dugderan yang peduli budaya bangsa
October 8th, 2010 at 10:30 am
Eee ada juga tho sing gelem peduli peninggalan asli budaya jawa… selamet selamet selamet dan sukses