<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DUGDERAN &#124; TJITARASA VAN SEMARANG &#187; Kolom Nashruddin</title>
	<atom:link href="http://dugderan.com/category/dugdertaste/kolom-nashruddin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dugderan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 13:25:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>&#8221;Lihat&#8230;Dia bergerak !&#8221;</title>
		<link>http://dugderan.com/lihat-dia-bergerak/</link>
		<comments>http://dugderan.com/lihat-dia-bergerak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 06:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>son</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Nashruddin]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[kedai]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[lihat]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[Nashruddin Hoja]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Nashruddin Hoja duduk bersama dua temannya di kedai kopi. Mereka lalu berdiskusi tentang kematian, &#8220;Ketika kamu terbaring di liang lahat dan teman-teman serta keluargamu berada di sekelilingmu, apa yang kamu ingin dengarkan dari mereka?&#8221;. Teman yang pertama menjawab, &#8220;Aku ingin mendengar mereka berkata bahwa aku seorang dokter dan kepala keluarga yang hebat!&#8221;. Teman yang kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kaos Nashruddin Hoja 1" href="http://kaos.dugderan.com/index.php?mod=product&amp;id=43" target="_self"><img class="alignleft size-full wp-image-314" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="nashruddin-hoja-dugderan-02" src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2010/02/nashruddin-hoja-dugderan-02.jpg" alt="nashruddin-hoja-dugderan-02" width="231" height="304" /></a>Nashruddin Hoja duduk bersama dua temannya di kedai kopi. Mereka lalu berdiskusi tentang kematian, &#8220;Ketika kamu terbaring di liang lahat dan teman-teman serta keluargamu berada di sekelilingmu, apa yang kamu ingin dengarkan dari mereka?&#8221;. Teman yang pertama menjawab, &#8220;Aku ingin mendengar mereka berkata bahwa aku seorang dokter dan kepala keluarga yang hebat!&#8221;. Teman yang kedua pun menjawab, &#8220;Aku ingin mendengar mereka berkata bahwa aku suami yang baik dan seorang guru hebat yang membawa perubahan besar pada murid-muridku nantinya.&#8221; Kemudian Nahsruddin Hoja pun berkata, &#8220;Kalau aku sih inginnya mendengar orang-orang di sekeliling liang berteriak&#8230;<strong>Lihat, dia bergerak!&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/lihat-dia-bergerak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keledai Si Nashruddin</title>
		<link>http://dugderan.com/keledai-si-nashruddin/</link>
		<comments>http://dugderan.com/keledai-si-nashruddin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 04:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Nashruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Nashruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Nasruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrudin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dugderan.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Dengan tujuan hendak dijual, Nashruddin Hoja membawa keledainya ke pasar. Seorang laki-laki mengulurkan tangan ke moncong keledai agar tahu umur keledainya (sebagaimana biasa). Tetapi tangannya malah digigit keledai itu, sehingga ia pun mengumpat dan mencaci, lalu pergi. Kemudian datanglah seorang laki-laki dan memegang ekornya&#8230; Kali ini keledai itu mengibaskan ekornya kuat-kuat&#8230; sehingga laki-laki itupun terbanting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan tujuan hendak dijual, Nashruddin Hoja membawa keledainya ke pasar. Seorang laki-laki mengulurkan tangan ke moncong keledai agar tahu umur keledainya (sebagaimana biasa). Tetapi tangannya malah digigit keledai itu, sehingga ia pun mengumpat dan mencaci, lalu pergi. Kemudian datanglah seorang laki-laki dan memegang ekornya&#8230; Kali ini keledai itu mengibaskan ekornya kuat-kuat&#8230; sehingga laki-laki itupun terbanting ke tanah&#8230; Ia pun mencaci makinya, dan kemudian pergi&#8230; Akhirnya datanglah seorang <em>blantik</em> (pedagang hewan), mendekati Nashruddin Hoja dan berkata, &#8221; Keledaimu ndak akan laku dijual&#8221;.<img class="alignright size-full wp-image-282" title="nashruddin-web-dugderan" src="http://dugderan.com/wp-content/uploads/2010/01/nashruddin-web-dugderan.gif" alt="nashruddin-web-dugderan" width="275" height="215" /> Nashruddin Hoja balas menjawab, &#8221; Wong aku membawanya bukan untuk dijual kok&#8230; tapi biar mereka tau apa yang kuderita karena keledai satu ini&#8230;&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dugderan.com/keledai-si-nashruddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
